مقدمة الشارح اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا...
مقدمة الشارح
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ:
Segala puji bagi Allah ﷻ Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada nabi dan rasul yang paling mulia, yaitu Nabi kita Muhammad, juga kepada keluarga beliau, seluruh sahabat beliau, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari pembalasan.
Adapun setelah itu:
Sesungguhnya keutamaan ilmu, kemuliaan para ahlinya, penjelasan tentang buah dan manfaatnya, serta anjuran untuk menuntutnya termasuk perkara yang dalil-dalil syariat tentangnya sangat banyak dan mutawatir. Hal itu juga telah dibahas oleh para ulama, pendidik, dan para pakar.
Para ulama menyadari bahwa ilmu tidak akan tersebar dengan benar dan tidak akan memberikan buah yang baik bagi pengajar maupun pelajar baik dalam sisi ilmu maupun amal kecuali dengan menghiasi diri dengan akhlak mulia dan adab-adab yang baik sebagaimana disebutkan dalam pembahasan “Adab Guru dan Murid”.
لِذَا؛ فَقَدْ عُنِيَ الْعُلَمَاءُ بِهَذَا الْبَابِ، وَجَمَعُوا مَا يَتَعَلَّقُ بِالْوَصَايَا الطَّيِّبَةِ وَالْمَنْهَجِ السَّدِيدِ وَالتَّوْجِيهِ السَّلِيمِ لِكُلٍّ مِنَ الدَّارِسِ وَالْمُدَرِّسِ مِمَّا يَنْفَعُ وَيُفِيدُ فِي أُصُولِ التَّعْلِيمِ وَالتَّصْنِيفِ.
Karena itu para ulama memberikan perhatian besar terhadap pembahasan ini. Mereka mengumpulkan berbagai nasihat yang baik, metode yang benar, dan arahan yang lurus bagi penuntut ilmu maupun pengajar, berupa hal-hal yang bermanfaat dalam dasar-dasar pendidikan dan penyusunan ilmu.
ذَلِكَ أَنَّ الْمُعَلِّمَ قَدْ يَكُونُ عِنْدَهُ حَصِيلَةٌ مِنَ الْعِلْمِ لَكِنْ قَدْ لَا يُوصِلُهَا إِلَى الطَّالِبِ بِأَيْسَرِ الطُّرُقِ؛ لِأَنَّهُ بِحَاجَةٍ إِلَى مَجْمُوعَةٍ مِنَ الْآدَابِ وَالسُّلُوكِ وَمَعْرِفَةِ الطَّرِيقَةِ الْمُثْلَى لِتَوْصِيلِ مَعْلُومَاتِهِ لِطُلَّابِهِ. وَالطَّالِبُ قَدْ يَكُونُ جَادًّا فِي التَّحْصِيلِ وَلَهُ رَغْبَةٌ أَكِيدَةٌ، وَلَكِنْ لَا يَصِلُ إِلَى مَطْلَبِهِ مِنَ الْعِلْمِ وَيَحْصُلُ عَلَى الثَّمَرَةِ الْمَرْجُوَّةِ؛ لِفَقْدِهِ الْآدَابَ الَّتِي يَنْبَغِي أَنْ يَتَحَلَّى بِهَا طَالِبُ الْعِلْمِ.
Sebab seorang pengajar mungkin memiliki banyak ilmu, namun belum tentu mampu menyampaikannya kepada murid dengan cara yang paling mudah. Hal itu karena ia membutuhkan adab, perilaku yang baik, dan pengetahuan tentang metode terbaik dalam menyampaikan ilmunya kepada para siswa.
Demikian pula seorang pelajar, bisa jadi ia sungguh-sungguh dalam belajar dan memiliki keinginan kuat, namun ia tidak mencapai tujuan ilmunya dan tidak memperoleh hasil yang diharapkan karena kehilangan adab-adab yang semestinya dimiliki oleh penuntut ilmu.
وَمِمَّا جَاءَ فِي هَذَا الْمَوْضُوعِ مَا ذَكَرَهُ الْإِمَامُ الْعَلَّامَةُ أَبُو زَكَرِيَّا يَحْيَى بْنُ شَرَفٍ النَّوَوِيُّ فِي مُقَدِّمَةِ كِتَابِهِ «الْمَجْمُوعِ فِي شَرْحِ الْمُهَذَّبِ»، فَقَدْ ذَكَرَ جُمْلَةً نَفِيسَةً مِنْ «آدَابِ الْعَالِمِ وَالْمُتَعَلِّمِ».
Di antara pembahasan yang bagus dalam tema ini adalah apa yang disebutkan oleh Imam besar Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi dalam mukadimah kitab beliau Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab. Beliau menyebutkan beberapa pembahasan berharga tentang “Adab Guru dan Murid”.
ثُمَّ قَامَ عَلَّامَةُ الشَّامِ مُحَمَّدُ جَمَالِ الدِّينِ الْقَاسِمِيُّ بِاخْتِصَارِهَا فِي أُسْلُوبٍ جَمِيلٍ وَعَرْضٍ بَدِيعٍ، فَاقْتَصَرَ عَلَى مَا يَحْتَاجُ إِلَيْهِ فِي هَذَا الزَّمَانِ، وَحَذَفَ مَا يُسْتَغْنَى عَنْهُ، فَجَاءَ هَذَا الْمُخْتَصَرُ رِسَالَةً وَافِيَةً نَافِعَةً، يَدْعُو مَا سُطِّرَ فِيهَا إِلَى قِرَاءَتِهَا وَالِاسْتِفَادَةِ مِنْهَا؛ لِأَنَّ النُّفُوسَ تَمِيلُ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْضُوعِ إِلَى الْإِيجَازِ.
Kemudian ulama Syam, Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi, meringkas pembahasan tersebut dengan gaya yang indah dan penyajian yang menarik. Beliau hanya mencantumkan hal-hal yang dibutuhkan pada zaman ini dan menghapus bagian yang tidak terlalu diperlukan.
Maka jadilah ringkasan ini sebagai risalah yang lengkap dan bermanfaat, yang mendorong orang untuk membacanya dan mengambil manfaat darinya; karena jiwa manusia dalam pembahasan seperti ini cenderung menyukai penjelasan yang ringkas.
وَقَدْ يَسَّرَ اللَّهُ تَعَالَى لِي شَرْحَ رِسَالَةِ الْقَاسِمِيِّ هَذِهِ بِأُسْلُوبٍ يُنَاسِبُهَا، وَقَسَّمْتُهُ إِلَى ثَمَانِيَةَ عَشَرَ دَرْسًا، وَأَوْدَعْتُ فِي شَرْحِهَا جُمْلَةً مِنَ النُّقُولِ عَنِ الْأَئِمَّةِ وَالْعُلَمَاءِ وَالْأُدَبَاءِ؛ لِأَنَّ هَذَا مِمَّا يُشَجِّعُ عَلَى الطَّلَبِ؛ لِاشْتِمَالِ سِيَرِهِمْ وَأَخْبَارِهِمْ عَلَى مَا يَشْحَذُ الْهِمَمَ، فَهِمْ أَتْقَى اللَّهِ تَعَالَى وَأَهْدَى سَبِيلًا، وَمَا ذَكَرُوهُ هُوَ خُلَاصَةُ تَجَارِبِهِمْ وَثَمَرَةُ جُهُودِهِمْ.
Allah ﷻ telah memudahkan saya untuk memberikan syarah terhadap risalah Al-Qasimi ini dengan metode yang sesuai. Saya membaginya menjadi delapan belas pelajaran, dan saya masukkan di dalam syarah tersebut berbagai nukilan dari para imam, ulama, dan sastrawan.
Sebab hal itu dapat mendorong semangat menuntut ilmu, karena kisah hidup dan berita tentang mereka mengandung sesuatu yang membangkitkan semangat. Mereka adalah orang-orang yang paling bertakwa kepada Allah dan paling benar jalannya. Apa yang mereka sampaikan merupakan ringkasan pengalaman dan buah dari usaha mereka.
كَمَا أَوْدَعْتُ فِي أَثْنَاءِ صَفَحَاتِهَا شَيْئًا مِنَ التَّجَارِبِ التَّعْلِيمِيَّةِ الْمُسْتَفَادَةِ أَثْنَاءَ الدِّرَاسَةِ فِي الْمَعْهَدِ الْعِلْمِيِّ وَكُلِّيَّةِ الشَّرِيعَةِ، ثُمَّ الْفَوَائِدِ الْمُسْتَفَادَةِ مِنَ التَّدْرِيسِ فِي الْمَسْجِدِ وَالْمَعْهَدِ وَالْجَامِعَةِ مِمَّا اسْتَفَدْنَاهُ مِنْ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا، رَاجِيًا أَنْ يُسْتَفَادَ مِنْهَا.
Saya juga memasukkan di sela-sela pembahasannya beberapa pengalaman pendidikan yang saya peroleh ketika belajar di Ma’had Ilmi dan Fakultas Syariah, serta berbagai faedah yang diperoleh dari mengajar di masjid, ma’had, dan universitas, yang semuanya kami ambil manfaatnya dari para masyayikh dan guru kami, dengan harapan semoga hal itu bermanfaat bagi pembaca.
وَفِي الْخِتَامِ أَقُولُ: إِنَّ مِثْلَ هَذِهِ الْآدَابِ جَدِيرَةٌ بِأَنْ تُدَرَّسَ فِي الْمَسَاجِدِ وَالدَّوْرَاتِ الْعِلْمِيَّةِ وَفِي الدِّرَاسَاتِ النِّظَامِيَّةِ فِي الثَّانَوِيَّةِ وَالْجَامِعَةِ، فَمَا أَحْوَجَ الدَّارِسَ وَالْمُدَرِّسَ إِلَيْهَا! أَمَّا الْمُدَرِّسُ فَهُوَ مُحْتَاجٌ إِلَى جُمْلَةٍ مِنَ الْآدَابِ فِي نَفْسِهِ وَدَرْسِهِ وَتَعْلِيمِهِ، وَأَمَّا الطَّالِبُ فَهُوَ بِحَاجَةٍ إِلَى أَنْ يَتَأَدَّبَ مَعَ الْعِلْمِ وَأَهْلِهِ وَكُتُبِهِ، وَمَعَ نَفْسِهِ وَزَمِيلِهِ، حَتَّى يُؤْتِيَ الْعِلْمُ ثِمَارَهُ، وَيَنْفَعَ الطَّرَفَيْنِ.
Sebagai penutup saya katakan: adab-adab seperti ini sangat layak diajarkan di masjid-masjid, dauroh ilmiah, dan pendidikan formal di tingkat sekolah maupun universitas. Betapa besar kebutuhan penuntut ilmu dan pengajar terhadap adab-adab tersebut!
Seorang pengajar membutuhkan berbagai adab dalam dirinya, pelajarannya, dan cara mengajarnya. Adapun pelajar membutuhkan adab terhadap ilmu, para ulama, kitab-kitab, dirinya sendiri, dan teman-temannya, agar ilmu dapat memberikan buahnya dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.
هَذَا؛ وَقَدِ اعْتَمَدْتُ فِي هَذَا الشَّرْحِ عَلَى رِسَالَةِ «آدَابِ الدَّارِسِ وَالْمُدَرِّسِ» الَّتِي اعْتَنَى بِهَا الشَّيْخُ الْعَلَّامَةُ الْمُحَقِّقُ: مُحَمَّدُ بْنُ نَاصِرٍ الْعَجْمِيُّ - وَفَّقَهُ اللَّهُ - الطَّبْعَةُ الْأُولَى (١٤٣١هـ) نَشْرُ دَارِ الْبَشَائِرِ الْإِسْلَامِيَّةِ، مَعَ الرُّجُوعِ إِلَى الْأَصْلِ، وَهُوَ كِتَابُ «الْمَجْمُوعِ» لِلْإِمَامِ النَّوَوِيِّ.
Dalam syarah ini saya bersandar kepada risalah Adab Ad-Daris wal Mudarris yang ditahqiq oleh Syaikh Allamah Muhammad bin Nashir Al-‘Ajmi—semoga Allah memberikan taufik kepadanya—cetakan pertama tahun 1431 H terbitan Darul Basyair Al-Islamiyyah, dengan tetap merujuk kepada sumber aslinya yaitu kitab Al-Majmu’ karya Imam An-Nawawi.
وَاللَّهُ أَسْأَلُ أَنْ يَجْعَلَ عَمَلِي صَالِحًا، وَلِوَجْهِهِ خَالِصًا، وَلِعِبَادِهِ نَافِعًا، إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبٌ.
Saya memohon kepada Allah ﷻ agar menjadikan amal saya ini sebagai amal yang saleh, ikhlas karena wajah-Nya, dan bermanfaat bagi hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Dekat, lagi Maha Mengabulkan.
Tidak ada komentar